Universitas Gunadarma

Universitas Gunadarma

Minggu, 04 April 2010

Nyeri Kepala yang Perlu Diwaspadai


Kompas.com - Hampir setiap orang pernah mengalami nyeri kepala. Ada banyak sekali penyebab nyeri kepala, namun 95 persen nyeri kepala merupakan nyeri kepala primer, artinya bukan disebabkan oleh penyakit atau tumor. Tetapi ada kalanya nyeri kepala muncul sebagai akibat adanya masalah medis yang serius, misalnya perdarahan otak, pelemahan pembuluh darah atau tumor, meski ini jarang terjadi.

Apabila Anda mengalami salah satu atau lebih dari tanda nyeri kepala berikut, segeralah pergi ke dokter.

- Nyeri kepala hebat yang timbul secara mendadak.
- Nyeri kepala disertai demam, leher kaku, ruam, kekacauan mental, kejang, penglihatan ganda, mati rasa, sulit berbicara.
- Nyeri kepala yang timbul tidak lama setelah mengalami cedera kepala, walau itu hanya akibat jatuh atau terkena benturan ringan.
- Nyeri kepala yang kronis progresif, yang memburuk sesudah batuk, pengerahan tenaga, melakukan peregangan, dan gerakan mendadak.
- Munculnya pola nyeri kepala yang baru setelah berusia 55 tahun.

Kondisi yang terkait dengan nyeri kepala setelah usia 55 tahun adalah arteritis temporal, yaitu peradangan pada pembuluh arteri dalam kulit kepala, otak, dan mata, yang bisa menyebabkan kebutaan, atau walau jarang sekali, stroke.

Umumnya, kita tidak perlu mencemaskan nyeri kepala yang sekali-sekali muncul. Biasanya kondisi itu disebabkan karena stres, alergi, atau minum alkohol secara berlebihan. Namun, bila nyeri kepala muncul bersama tanda dan gejala lain, atau Anda baru pertama kali mengalami nyeri kepala yang dirasa begitu hebat, carilah segera pertolongan medis.

Sumber : http://kesehatan.kompas.com/read/2010/04/05/1032107/Nyeri.Kepala.yang.Perlu.Diwaspadai

Jumat, 02 April 2010

Mengelola Perasaan Iri





JAKARTA, KOMPAS.com —
Iri ternyata tidak selalu memiliki konsekuensi negatif, tetapi justru dapat mendorong seseorang untuk merefleksikan diri dan mengembangkan diri. Namun, kapan dan bagaimana agar iri justru memiliki pengaruh positif seperti itu?

Iri adalah emosi negatif, berupa perasaan tidak senang atau sakit hati terhadap apa yang dimiliki atau apa yang dicapai (keberhasilan) orang lain, yang kita juga ingin miliki atau capai.

Ini hampir sama dengan sirik (schadenfreude) yang berarti perasaan senang melihat orang lain gagal atau susah. Orang yang iri biasanya sekaligus sirik. Orang yang tidak senang melihat orang lain sukses tentu sekaligus senang bila melihat orang lain gagal.

Tulisan sebelum ini telah menguraikan mengapa dan bagaimana iri terjadi. Iri merupakan konsekuensi dari pembandingan diri dengan orang lain (perbandingan sosial). Pada satu sisi, dengan perbandingan sosial, kita dapat mengembangkan diri berdasarkan apa yang kita ketahui melalui pengamatan kita terhadap orang lain. Di sisi lain, perbandingan sosial juga dapat menimbulkan perasaan iri. Sebagai emosi negatif, iri dan sirik tentu saja berpotensi mengganggu suasana hati.

Semakin seseorang mudah iri atau semakin kuat intensitas perasaan iri, maka ia akan semakin gelisah akibat rasa tidak suka dan sakit hati. Hal yang lebih dari itu juga dapat mengganggu hubungan interpersonal. Seperti yang sering digambarkan dalam sinetron-sinetron, iri dapat memicu tindakan-tindakan agresi, kekerasan, bahkan kriminal.

Di dalam keluarga, iri antarsaudara sekandung (sibling rivalry) membuat satu sama lain saling menyakiti. Di lingkungan kerja, iri akibat rasa ketidakadilan, akibat kesuksesan orang lain, dan lain sebagainya, dapat menimbulkan tindakan jegal-menjegal dalam karier atau akses-akses ekonomi.

Seperti halnya marah atau dendam, pada akhirnya iri justru merugikan orang yang bersangkutan. Itulah sebabnya diperlukan kemampuan untuk mengelola perasaan iri agar hal itu tidak berkembang destruktif atau merusak, baik bagi diri sendiri maupun orang lain dalam hubungan interpersonal.

Hasil survei
Masih dari hasil penelitian oleh Faturochman, dosen Psikologi UGM, salah satu hasil yang diperoleh menunjukkan data tentang respons atau tindakan yang dilakukan oleh responden ketika mengalami iri. Tindakan-tindakan tersebut ada yang bersifat konstruktif, ada yang netral, dan ada pula yang destruktif.

Tindakan atau respons konstruktif ditunjukkan dengan jawaban: menjadi motivasi, bilang kepadanya, introspeksi, menjalin relasi, meminta saran, memberi apresiasi, dan kontrol emosi. Respons netral ditunjukkan dengan jawaban: tidak ada yang khusus dan biasa saja. Adapun respons destruktif ditunjukkan dengan jawaban: memendam, mendiamkan, bersaing, tidak suka, kecewa, dan menghindar.

Lepas dari kemungkinan bahwa responden tidak menjawab apa adanya atau cenderung menunjukkan kesan positif dalam merespons survei, kenyataannya, pernyataan mereka mengenai tindakan ketika mengalami iri adalah bervariasi.
Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tindakan seseorang bila mengalami iri memang tidak selalu destruktif (baik bagi diri sendiri maupun bagi relasi sosial). Atas dasar respons-respons netral atau respons konstruktif yang tergambar dalam penelitian, kita mendapatkan gambaran bahwa iri dapat dikelola agar konstruktif.

Pengelolaan
Menengok kembali hasil survei yang telah disajikan pada tulisan sebelum ini diketahui bahwa ada empat kategori responden yang memiliki kombinasi pengalaman iri dan diirikan, yaitu: (1) yang pernah merasa iri dan diirikan; (2) yang pernah merasa iri, tetapi tidak merasa pernah diirikan orang lain; (3) yang merasa tidak pernah iri, tetapi pernah diirikan; (4) yang tidak pernah merasa iri dan diirikan.

Berdasarkan kemungkinan-kemungkinan di atas, tampak bahwa kelompok pertama dan kedua memiliki pengalaman iri. Berdasarkan dua kategori individu dalam hal iri itu, berikut ini saran pengelolaannya.

Bila kita termasuk dalam kategori individu yang pernah merasa iri dan diirikan, maka yang penting adalah kita mencermati kecenderungan diri kita sendiri, seberapa sering dan seberapa dalam pengalaman iri dan diirikan itu.

Bila pengalaman iri dan diirikan jarang terjadi, maka kemungkinan penyebab iri yang dialami ialah adanya situasi yang secara obyektif memicu perasaan iri (ketidakadilan dan sebagainya) atau karena berkembangnya konsep diri negatif dalam situasi tertentu. Munculnya iri seperti ini hanya memerlukan sedikit pengelolaan.

Bila penyebabnya situasi yang secara obyektif memicu perasaan iri, maka langkah yang diperlukan adalah mencari solusi atas masalah atau mengambil tindakan alternatif untuk melepaskan diri dari situasi yang menimbulkan iri.

Bila penyebabnya konsep diri negatif dalam situasi tertentu, langkah yang diperlukan adalah mengenali keterbatasan diri dan mengusahakan pengembangan diri, atau dengan menerima kenyataan bahwa setiap orang memiliki keterbatasan.

Adanya pengalaman diirikan yang melengkapi pengalaman iri yang jarang, atau hanya sesekali terjadi, menunjukkan bahwa individu ini kemungkinan memiliki hal-hal positif sehingga ada orang yang mengiri. Ditambah pengalaman iri yang hanya sesekali terjadi, kemungkinan besar secara umum individu ini memiliki konsep diri yang positif, dengan kelemahan-kelemahan dalam hal tertentu.

Dalam menghadapi pengalaman iri, individu jenis ini mungkin memiliki respons netral terhadap rasa iri atau bahkan konstruktif. Bila ada respons destruktif, maka hal itu mungkin sekadar kecewa. Lain halnya bila pengalaman iri dan diirikan sering terjadi dengan intensitas yang kuat. Hal ini menunjukkan bahwa orang tersebut berproses menemukan dirinya.

Selain mungkin disebabkan oleh kurangnya interaksi sosial, orang ini mungkin terbiasa diunggulkan di dalam lingkungan keluarga, kurang berpengalaman menerima diri apa adanya, atau dibesarkan dalam situasi kompetitif. Ia memfokuskan harga dirinya pada keunggulan-keunggulan diri dibanding orang lain.

Ia sangat intensif melakukan perbandingan sosial, dengan kecenderungan mencari pengalaman yang meningkatkan rasa harga dirinya atau menghindari penurunan harga diri dalam perbandingan dengan orang lain. Akibatnya, ia tidak menginginkan kelebihan dan kesuksesan orang lain, dan ingin melihat orang lain gagal atau terkalahkan dengan membuat diri sedemikian rupa sehingga diirikan.

Bila kemungkinan respons terhadap pengalaman iri itu ditinjau, maka mungkin individu-individu dengan tipe ini lebih cenderung mengembangkan respons destruktif, seperti mendiamkan, bersaing, tidak suka, kecewa, dan menghindar.

Pengelolaan diri yang diperlukan adalah dengan belajar menerima diri sendiri dan orang lain apa adanya. Diperlukan langkah mengenali kekuatan dan kelemahan diri yang dimiliki berdasarkan aspek-aspek fisik (postur tubuh, wajah, kesehatan, dan lain sebagainya), aspek psikologis (kemampuan, sifat, motif, dan lain sebagainya), aspek sosial (relasi sosial, keluarga, dan lain sebagainya), dan aspek moral-spiritual (perilaku etis, relasi dengan Tuhan, dan lain sebagainya).

Berdasarkan pengenalan diri tersebut, seseorang dapat mulai mengembangkan diri secara sehat dengan terus mengembangkan kekuatan yang ada, tanpa terlalu fokus terhadap orang lain. Kelemahan perlu diperbaiki, khususnya dalam aspek sosial, dengan cara lebih berempati terhadap orang lain.

Empati (menempatkan diri dalam posisi orang lain, merasakan apa yang dirasakan orang lain) merupakan cara yang efektif untuk menghilangkan rasa iri atau kesenangan membuat orang lain iri.

Dengan mengembangkan diri seperti itu, ia dapat semakin matang dengan bebas dari pengalaman iri yang sesungguhnya sangat menyesakkan.

Untuk individu yang pernah merasa iri, tetapi tidak merasa pernah diirikan orang lain, individu-individu ini diduga adalah orang-orang yang memiliki kecenderungan rendah diri (inferior), merasa tidak memiliki hal-hal yang dapat dibanggakan sehingga tidak ada alasan orang lain iri kepadanya.

Kemungkinan orang ini kurang memiliki pengalaman berinteraksi secara mendalam dengan orang lain, jaringan sosialnya sempit (tidak memiliki banyak relasi sosial), atau memiliki kesempatan yang kecil untuk mengekspresikan diri atau mengaktualisasi diri. Konsep dirinya kurang berkembang dan harga dirinya rendah. Bila harga diri rendah (inferior), maka orang mudah mengalami iri.

Responsnya terhadap pengalaman iri kemungkinan besar adalah destruktif. Namun, tidak seperti pada tipe individu yang memiliki pengalaman iri dan diirikan secara kuat, individu-individu yang mengalami rendah diri ini kemungkinan besar akan merespons pengalaman iri dengan sikap memendam dan kecewa.

Hal yang penting dilakukan oleh mereka yang mengalami rasa inferior ini adalah mengembangkan relasi sosial yang hangat dengan orang-orang lain. Agar memiliki keberanian, yang lebih dulu diperlukan adalah mengenali kekuatan dirinya dan lebih berfokus terhadap kekuatan-kekuatan tersebut, serta tidak berfokus pada kekurangan yang dimiliki.

Perlu diyakini bahwa setiap orang memiliki kekurangan. Hal ini perlu diyakini supaya seseorang dapat menerima kekurangan diri sebagai hal yang wajar. Pengenalan terhadap kelemahan diri hanya diperlukan sebagai pijakan untuk mengembangkan diri. Bila inferioritas telah diatasi, maka pengalaman iri akan semakin menghilang. @

Sumber : http://kesehatan.kompas.com/read/2010/03/30/10443526/Mengelola.Perasaan.Iri

4 Cara Sederhana Hindari Penuaan Kulit


JAKARTA, KOMPAS.com - Kala usia bertambah, kulit kita akan menipis dan berkerut. Produktivitas kelenjar minyak dalam lapisan kulit makin menurun, sehingga kulit jadi kering. Jumlah pembuluh darah di kulit juga menurun, sehingga kulit jadi lebih lemah. Kilau masa muda pun memudar.

Perawatan yang tepat akan menghambat proses penuaan itu. Berikut ini kebiasaan sederhana yang dapat membantu kulit tetap sehat dan berkilau.

1. Lindungi dari cahaya matahari
Sinar matahari merusak kulit dan menyebabkan kerut dalam, kering, kasar, berbintik hitam, dan dapat memicu kanker. Untuk itu sebaiknya Anda:
- Menghindari matahari antara pukul 10.00 sampai 16.00.
- Kenakan pakaian pelindung. Pilih baju lengan panjang, celana panjang, dan topi lebar.
- Kenakan tabir surya 20 menit sebelum beraktivitas di luar. Kenakan kembali setiap dua jam setelah berkeringat hebat atau berenang.

2. Jangan merokok
Rokok mempercepat proses penuaan kulit dan menyebabkan kerut. Perubahan itu dapat dilihat jelas pada orang dewasa muda yang merokok setidaknya selama 10 tahun.

Rokok juga mempersempit pembuluh darah di lapisan terluar kulit, sehingga kulit kekurangan gizi dan oksigen. Ini akan menurunkan elastisitas dan kekuatan kulit. Kebiasaan menyedot rokok dan memicingkan mata saat mengembuskannya potensial menyebabkan kerut.

3. Basuh dengan lembut
- Gunakan air hangat, jangan terlalu panas. Air panas menghilangkan minyak alami kulit. Batasi mandi air panas kurang dari 15 menit.
- Hindari sabun yang terlalu keras. Ini juga akan membabat minyak dalam kulit.
- Hindari kosmetik penyebab alergi, terlebih jika kulit Anda sensitif.
- Setelah dibasuh, keringkan muka dengan lembut. Handuk cukup ditekan-tekan ke muka supaya kelembaban kulit tak berkurang.

4. Beri pelembab
Kebutuhan akan pelembab bergantung pada banyak faktor, seperti usia dan jenis kulit. Cara terbaik untuk menilai kebutuhan itu, yakni menunggu 20 menit setelah mandi. Jika kulit terasa kencang, tandanya Anda butuh pelembab. @diy

Sumber : http://kesehatan.kompas.com/read/2010/04/01/09534080/4.Cara.Sederhana.Hindari.Penuaan.Kulit

Pijat Ringankan Depresi


STUDI peninjauan kembali yang dilakukan Dr WenHsuan Hou dari Universitas I-Shou, Taiwan, menemukan bukti yang menunjukkan terapi pijat berpotensi meringankan gejala depresi.

Pijat memang sudah lama diyakini dapat meringankan stres dan ketegangan serta memiliki manfaat emosional. Namun, penggunaan terapi pijat terhadap pasien depresi masih kontroversial. "Tidak ada peninjauan kualitatif terhadap efek terapi pijat terhadap pasien-pasien depresi," tulis Hou dan tim dalam laporan studi mereka.

Tim Hou mengidentifikasi 17 studi yang mempelajari total 786 orang. Sebanyak 13 dari studi-studi tersebut membandingkan efek terapi pijat dengan perawatan aktif lainnya seperti ramuan herbal China, latihan relaksasi, atau beristirahat. Lainnya membandingkan antara orang-orang yang menjalani terapi pijat dan kelompok yang tidak melakukan perawatan apa pun.

Hou dan tim mengatakan studi-studi dengan kualitas 'menengah' menunjukkan terapi pijat memiliki potensi efek yang signifikan meringankan gejala depresi. (Reuters/EP/X-5)

Sumber : http://www.mediaindonesia.com/mediaperempuan/index.php/read/2010/04/01/2947/14/Pijat-Ringankan-Depresi

Kamis, 01 April 2010

Atasi Masalah saat Berhenti Merokok


Atasi Masalah saat Berhenti Merokok

quitsmokingcounter.com

JIKA sudah terbiasa merokok, otak Anda belajar menggantungkan diri pada nikotin dalam melakukan berbagai hal. Nikotin membantu Anda fokus, mengontrol amarah, rasa lapar serta membuat Anda rileks. Pada faktanya, sel-sel saraf di otak berubah dan berbeda dengan sel saraf mereka yang tidak merokok.

Saat berhenti merokok, otak harus belajar kembali melakukan berbagai hal tanpa bantuan nikotin. Hingga otak kembali terbiasa, kemungkinan Anda akan kesulitan untuk konsentrasi dan mengontrol amarah. Anda akan cenderung lebih lapar dan lebih stres dibandingkan saat merokok.

Untuk membantu mengontrol gejala ini, berikut beberapa langkah yang bisa menjadi panduan Anda:

Kurangi stres

Berikut beberapa langkah untuk membantu Anda atasi stres:

Tarik nafas dalam-dalam beberapa kali. Tahan tarikan nafas yang terakhir, kemudian lepaskan secara perlahan. Cobalah merilekskan otot-otot Anda.

Cobalah pijat, yoga, atau latihan relaksasi tradisional China , seperti tai chi dan qi qong.

Dengarkan musik yang menenangkan. Belajarlah teknik hipnosis pribadi, meditasi dan guided imagery.

Jika bisa, cobalah menghindari situasi yang penuh tekanan di awal-awal berhenti merokok. Sediakan waktu istirahat dan cobalah berjalan kaki untuk menghindari stres.

Lebih aktif

Aktivitas fisik bisa membantu mengurangi keranjingan nikotin dan meredakan gejala akibat penghentian penggunaan. Tidak harus olahraga intensitas kuat, olah raga ringan juga bisa membantu. Selain itu, aktivitas fisik juga bisa mengurangi stres dan menurunkan berat badan.

Saat tergoda untuk merokok, cobalah untuk bergerak. Jalan di sekitar tempat tinggal Anda, pergi ke gym, berkebun, berjalan dengan anjing kesayangan atau bermain dengan anak juga bisa membantu.

Istirahat cukup

Jika Anda kesulitan tidur, cobalah tips-tips berikut:

  • Cobalah tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari
  • Mandi air hangat atau jalan rileks sebelum tidur
  • Hindari minum alkohol di malam hari. Alkohol bisa membuat Anda terbangun di tengah malam.
  • Hindari kopi, teh hitam atau minuman berkafein lainnya delapan jam sebelum waktu tidur.
  • Jangan tidur siang, kecuali jika kebiasaan tersebut tidak mengganggu tidur malam Anda.
  • Cobalah meditasi atau tarik nafas dalam-dalam sebelum tidur

Terapkan pola makan sehat

Berhenti merokok akan meningkatkan selera makan. Untuk menghindari penambahan berat badan, pastikan memilih makanan sehat dan menambah aktivitas fisik.

Jangan coba-coba melakukan diet. Sebagian besar orang yang mencoba menghindari makanan dan berhenti merokok pada saat yang sama justru lebih kesulitan menghentikan kebiasaan merokok.

Cobalah mengganti makanan kaya gula dan lemak dengan buah-buahan, sayuran, serta makanan dari whole grain.

Gunakan obat berhenti merokok

Obat-obatan bisa membantu Anda mengatasi efek penghentian nikotin dan keranjingan rokok. Penelitian, seperti dikutip situs health.com, menunjukkan bahwa obat-obatan ini efektif sekaligus juga membantu mencegah penambahan berat badan.

Obat-obat pengganti nikotin bisa membantu meredakan keranjingan fisik terhadap nikotin. Patch (plester) nikotin, permen karet (gum) nikotin, lozenges dan inhalers bisa membantu, khususnya saat Anda benar-benar keranjingan.

Obat-obatan tanpa nikotin, seperti bupropion, juga bisa membantu Anda berhenti merokok. Selain itu, obat ini juga membantu meredakan depresi.

Varenicline (Chantix) merupakan obat yang bisa menghambat efek nikotin. Jadi, saat merokok, Anda tidak mendapatkan efek nikotin yang sama. Hal ini akan mengurangi keranjingan dan membantu tubuh belajar tanpa rokok. (*/OL-08)

Sumber : http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2010/03/30/2335/13/Atasi-Masalah-saat-Berhenti-Merokok

Seni Meminta Maaf


Seni Meminta Maaf

marsvenusliving.com

ANDA barangkali pernah tanpa sengaja mengucapkan atau melakukan sesuatu yang menyinggung perasaan seseorang. Meskipun orang itu berkata semua baik-baik saja, hubungan Anda bisa menjadi canggung dan merenggang.

Lantas, bagaimana cara meminimalisasi kerusakan? Meminta maaf adalah jawabannya. Akan tetapi, mengucapkan permintaan maaf secara tulus bukan hal yang mudah dilakukan.

"Beberapa orang memandang permintaan maaf sebagai sesuatu yang berkaitan dengan harga diri, tanda kelemahan. Mereka berpikir hal itu akan menyakitinya dengan suatu cara. Tetapi jika Anda tidak menyadari hal yang menyinggung, itu menjadi penghinaan bagi orang lain," ujar Beverly Engel,penulis buku The Power of Apology.

Yang mesti diingat, permintaan maaf bisa menyembuhkan perasaan sakit hati seseorang dan memberikan kesempatan untuk memperbaiki sebuah hubungan.

Poin utama
Hal terpenting kala meminta maaf adalah niat serta tingkah laku Anda. Jika permintaan maaf tidak diucapkan secara tulus, hal itu tidak bermakna. Berikut ini adalah tiga poin utama yang harus diterapkan ketika meminta maaf:

1. Kenali hubungan Anda dengan orang tersebut. Kesadaran mengenai seberapa penting arti persahabatan tersebut akan memengaruhi seberapa besar permintaan maaf Anda.

"Dengan teman, Anda mungkin tergoda bersikap biasa saja mengenai situasi tersebut. Tetapi Anda sebenarnya harus menganggapnya lebih serius dibandingkan permintaan maaf lain," nasihat Lauren Bloom, penulis The Art of the Apology.

2. Ekspresikan penyesalan. Ketika Anda menyatakan menyesal atas ucapan atau perbuatan yang dilakukan, tunjukkan kasih sayang dan empati. Anda tahu perbuatan Anda telah menyakiti seseorang. Maka, tunjukkan tanggung jawab dengan memperlihatkan kepada orang itu bahwa Anda menyadari kesalahan tersebut.

Selain itu, pastikan Anda tidak balik menyalahkan orang itu dengan satu dan lain cara. Hindari kata 'tapi' dan jangan bersikap defensif.

3. Cari obat penyembuh luka sebagai penebus kesalahan Anda. Setelah meminta maaf, bersabarlah menanti responnya. Memang lebih mudah apabila orang tersebut segera menerima permintaan maaf tersebut, namun hal itu tidak selalu terjadi.

Jangan menekan orang itu, karena Anda hanya akan menyulut kembali bara permusuhan.(*/OL-5)


Sumber : http://www.mediaindonesia.com/mediaperempuan/index.php/read/2010/03/31/2941/12/Seni-Meminta-Maaf

Faktor Penyebab dan Tips Atasi Anhidrosis


KERINGAT membantu mendinginkan tubuh serta memungkinkan panas dilepaskan dari tubuh. Jadi, jika Anda tidak berkeringat atau hanya menghasilkan sedikit keringat saat terpapar panas, ada baiknya memeriksakan diri dan mengatasi faktor penyebabnya.

Kondisi medis di mana tubuh tidak mampu memproduksi keringat atau tidak mampu mengeluarkan keringat dalam merespon panas dikenal dengan istilah anhidrosis. Kondisi ini sulit didagnosis. Akibatnya, anhidrosis ringan seringkali terus bertahan tanpa disadari.

Apa penyebabnya? Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti:

  • Penyebab neurologis:cidera kepala, histeria dan gangguan neurologis seperti Guillain-Barre syndrome.
  • Penyakit kulit yang menghambat kelenjar keringat seperti miliaria, dermatitis kontak.
  • Tidak adanya kelenjar keringat yang bersifat bawaan.
  • Obat-obatan tertentu (obat antipsikotik yang digunakan untuk mengatasi kelainan mental) atau antiprespirant oles yang mengandung aluminum sulfat.
  • Trauma terhadap kelenjar keringat seperti exfoliative dermatitis.
  • Terbakar.
  • Diabetes.
  • Dehidrasi atau paparan panas yang terlalu kuat.

Gejala-gejala:

  • Keringat sedikit atau tidak berkeringat sama sekali
  • Pusing
  • Kram otot atau perasaan lemah
  • Jantung berdebar-debar
  • Pada kasus kronis bisa ditandai dengan halusinasi.

Pengobatan

Gangguan ini diatasi sesuai dengan penyebabnya. Jika obat-obatan merupakan pemicu, obat tersebut harus dihentikan atau diganti. Selain itu, ada baiknya juga mencegah dehidrasi serta paparan panas yang terlalu kuat. Berikut beberapa langkah lain untuk mengatasi gangguan ini:

  • Perbanyak asupan air. Anda tidak perlu menunggu rasa haus. Minumlah meskipun Anda tidak merasa haus.
  • Minumlah jus buah dingin atau minuman energi yang mengandung elektrolit.
  • Olahraga saat udara terasa sejuk.
  • Pilihlah pakaian yang tepat sesuai dengan cuaca.
  • Kenakan topi saat berada di luar ruangan.
  • Perhatikan tubuh Anda. Jangan abaikan gejala stres akibat panas seperti kram otot, pusing, mual atau perasaan lemah.
  • Pijatlah otot yang tegang perlahan-lahan.
  • Segera dapatkan pengobatan medis jika kram yang Anda alami memburuk atau tidak hilang dalam waktu satu jam.
  • Masuklah ke dalam ruangan yang teduh atau ber-AC dan tinggikan kaki Anda.
  • Dalam kasus serangan panas, tempatkan kantung es di selangkangan, leher dan kepala.
  • Hindari minuman berkafein atau alkohol. Cairan ini memicu dehidrasi.
  • Hindari olahraga berlebih.
  • Hindari makanan pedas. (IK/OL-08)
Sumber : http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2010/4/1/2342/4/media_hidupsehat_headline
 

Be The Best Blak Magik is Designed by productive dreams for smashing magazine Bloggerized by Ipiet © 2009