Universitas Gunadarma
Minggu, 18 April 2010
Tanda-tanda Pendengaran Anda Bermasalah
Karena itu, bila akhir-akhir ini Anda merasa ada yang kurang beres dengan pendengaran Anda, tetapi ragu untuk memeriksakan telinga ke dokter spesialis, ikutilah kuis ini untuk memastikan perlu tidaknya Anda pergi ke dokter!
1. Saya sering meminta orang untuk mengulang apa yang mereka ucapkan.
2. Saya bisa mendengar, tetapi kadang tidak bisa memahami seluruh perkataan.
3. Pendengaran saya tidak sebagus seperti biasanya.
4. Saya kesulitan mendengar di tempat-tempat berisik.
5. Saya kesulitan mengikuti percakapan-percakapan kelompok.
6. Keluarga saya bilang jika saya menyetel radio dan televisi terlalu keras.
7. Saya kesulitan memahami perkataan anak-anak.
8. Saya suka memastikan ucapan orang melalui pasangan atau angggota keluarga.
9. Saya mengalami kesulitan mendengar di gedung bioskop atau di tempat-tempat pertemuan yang luas.
10. Orang-orang bilang, pendengaran saya kurang bagus.
Jika Anda menjawab “Ya” lebih dari tiga pertanyaan di atas, Anda sebaiknya menemui dokter atau ahli untuk melakukan tes pendengaran. Semakin lama Anda menunda, akan semakin sulit tindakan untuk memulihkan pendengaran Anda.
Beberapa apotek atau klinik yang menyediakan alat bantu dengar, juga bisa melakukan tes pendengaran. @ jjw
Sumber : http://kesehatan.kompas.com/read/2010/04/16/17155415/Tanda.tanda.Pendengaran.Anda.Bermasalah
Bahaya Pengharum Ruangan
Bahan pewangi organik dapat dengan mudah terserap melalui kulit dan menyebabkan efek pada kulit seperti iritasi dan dermatitis. Meskipun komponen zat kimia aktif yang dikandung tiap pewangi berbeda-beda. Itulah mengapa efek bahayanya bisa berbeda-beda tergantung pada komposisi dan bahan aktif aromanya.
Di pasaran ada berbagai jenis pewangi. Ada yang padat (biasanya pewangi yang diperuntukkan untuk toilet dan lemari), ada yang cair, gel dan ada juga yang semprot. Sementara penggunaannya, ada yang digantungkan, ada yang diletakkan begitu saja, atau ditempatkan di bibir AC maupun kipas angin.
Menurut Budiawan, bahaya pewangi umumnya tergantung pada jenis/bentuknya maupun pewangi dan komponen-komponen kimia aktif yang terkandung di dalamnya, disamping faktor pengaruh lain, seperti jalur paparannya. Dari segi bentuk, sediaan yang mudah menguap (aerosol) lebih berisiko bagi tubuh, terutama jika terjadi kontak langsung melalui sistem pernapasan. Namun demikian kontak yang terjadi melalui kulit pun bukan tak berisiko mengingat zat pewangi akan begitu mudah memasuki tubuh.
Asal tahu saja, di pasaran ada 2 jenis zat pewangi, yakni yang berbahan dasar air dan berbahan dasar minyak. Pewangi berbahan dasar air umumnya memiliki kestabilan aroma (wangi) relatif singkat (sekitar 3-5 jam). Itulah mengapa pewangi berbahan dasar air relatif lebih aman bagi kesehatan dibandingkan pewangi berbahan dasar minyak.
Memang, pewangi berbahan dasar minyak lebih tahan lama sehingga harga jualnya bisa lebih mahal. Pewangi jenis ini biasanya menggunakan beberapa bahan pelarut/cairan pembawa, di antaranya isoparafin, diethyl phtalate atau campurannya.
Sementara jenis pewangi yang disemprotkan umumnya mengandung isobutane, n-butane, propane atau campurannya. Untuk bentuk gel disertai kandungan bahan gum. Adapun zat aktif aroma bentuk ini umumnya berupa campuran zat pewangi, seperti limonene, benzyl acetate, linalool, citronellol, ocimene, dan sebagainya.
Menurut Budi, bagi prinsipnya semua zat pewangi tersebut berisiko terhadap kesehatan. Terutama pada mereka yang berada pada kondisi rentan, seperti ibu hamil, bayi, dan anak, ataupun orang yang sangat sensitif terhadap zat-zat pewangi. Sayangnya, baru sekitar 80% zat pewangi belum teruji keamanannya terhadap manusia. Di sinilah kewaspadaan konsumen betul-betul dituntut.
Ada pun pewangi yang sudah dilarang The International Fragrance Association (IFRA) di antaranya pewangi yang mengandung musk ambrette, geranyl nitrile, dan 7-methyl coumarin. Sedangkan yang berbentuk gel dilarang bila mengandung zat-zat pengawet yang berbahaya bagi kesehatan, seperti formaldehyde dan methylchloroisothiozilinone. Jadi, tidak semua pewangi memberi efek negatif bagi kesehatan. Artinya, kita masih bisa menggunakan pewangi yang beredar di pasaran.
Hindari Sinar Matahari
Secara kasat mata mungkin sulit untuk mengetahui mana pewangi yang aman dan mana yang berbahaya. Sebagai tindak pencegahannya, konsumen harus cerdik memilih pewangi dengan merek terdaftar/teregistrasi. Dengan demikian keamanannya minimal cukup terjamin di bawah lembaga pengawas/pemberi izin.
Tentu saja demi keamanan konsumen, badan pengawas harus benar-benar mengontrol peredaran pewangi ini. Terlebih terhadap pewangi dengan kandungan zat-zat tertentu yang memang diketahui berisiko bagi kesehatan. Mengapa hal ini perlu ditekankan? Tak lain, tegas Budi, pihak produsen kerap tidak mau mencantumkan pada kemasan mengenai komposisi bahan-bahan dalam pewangi yang diproduksinya.
Untuk konsumen awam, Budi menganjurkan agar senantiasa cermat membaca label atau registrasi produk. Selain itu, gunakan pewangi seperlunya saja sesuai kebutuhan. Menggunakannya pun jangan berlebihan sambil selalu mengedepankan kehati-hatian dalam memilih produk. Jangan lupa untuk menyimpannya jauh dari jangkauan anak-anak, terutama balita.
Yang tak kalah penting untuk diperhatikan, hindari produk pewangi dari kontak langsung dengan sinar matahari guna mencegah terjadinya perubahan kimiawi. Itulah mengapa hindari area yang langsung terpapar sinar matahari sebagai tempat penyimpanan pengharum.
GANGGU Pertumbuhan Janin
Pewangi dapat saja memicu gangguan pernapasan ataupun asma, sakit kepala hingga kemungkinan gangguan pertumbuhan janin pada ibu hamil. Tapi hal ini akan terjadi jika memakai zat pewangi yang sudah dilarang penggunaannya sebagaimana yang direkomendasikan.
Hindari PEMAKAIAN KAMPER DARI Kebutuhan Bayi
Menurut Budi, berdasarkan hasil studi terdahulu (WHO), jika zat kamper (naftalen) kontak langsung pada bayi secara perkutan (penyerapan melalui kulit) dan paparannya sering serta berlebihan dalam penggunaaannya, dapat menyebabkan peningkatan kadar billirubin dalam darah yang dapat mengganggu sistem saraf pusat.
Sumber : Kompas.com
Kamis, 15 April 2010
Awas, Hidup "Teralu Steril" Memicu Alegi
Beragam penyakit yang berkaitan dengan alergi seperti demam akibat alergi (hay fever), eczema, hives (urticaria) dan ashma dilaporkan mengalami kenaikan di negara-negara maju.
Prof Guy Delespesse, seorang profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Montréal, melakukan kajian yang menghubungkan antara tren peningkatan kasus penyakit-penyakit tersebut dengan lingkungan steril yang diciptakan oleh gaya hidup yang serba bersih saat ini.
Alergi merupakan penyakit yang dapat disebabkan oleh beragam faktor seperti riwayat keluarga, polusi udara, makanan yang diproses, stres dan merokok. Namun Prof Delespesse bilang minimnya bakteri di dunia tempat kita hidup mungkin bisa jadi merupakan faktor paling penting.
"Ada hubungan yang terbalik antara tingkat hygiene dengan kasus penyakit alergi dan autoimun," kata Prof Delespesse, yang juga memimpin laboratorium riset tentang alergi di Universitas Montréal.
"Semakin steril lingkungan tempat anak kita tinggal, semakin tinggi risiko anak-anak mengidap alergi atau masalah kekebalan tubuh dalam hidupnya," terang Prof Delespesse.
Ia menyodorkan sebuah fakta menarik. Pada 1980, 10 persen populasi penduduk Barat mengidap alergi, tetapi sekarang ini angkanya naik menjadi 30 persen. Pada 2010, satu dari 10 anak disebut asmatik dan rata-rata angka kematian yang dihasilkan dari penderitaan ini meningkat 28 persen antara 1980 dan 1994.
"Ini pun bukan hanya prevalensinya, tetapi juga tingkat kegawatan dari kasus. Wilayah yang kondisi sanitasinya tetap stabil juga memiliki tingkat kasus alergi dan penyakit peradangan yang tetap konstan. Alergi dan penyakit autoimun seperti diabetes tipe 1 dan multiple sclerosis adalah hasil dari upaya sistem kekebalan yang balik menyerang kita," papar Prof Delespesse.
"Bakteri dalam sistem pencernaan sangat penting artinya bagi kita dan juga berperan untuk melatih sistem kekebalan tubuh kita. Mereka mengajarkan bagaimana tubuh bereaksi terhadap benda asing. Inilah sebuah kunci dalam perkembangan kekebalan tubuh anak-anak," ujarnya.
Meskipun kebersihan dapat mencegah dan menghidarkan seseorang terhadap bakteri berbahaya, tetapi juga sekaligus membatasi kita dari paparan terhadap mikroorganisme yang menguntunkan. Alhasil, flora bakteri dalam sistem pencernaan kita tidak lagi "kaya" dan beragam sebagaimana mestinya.
Prof Delespesse menyarankan, konsumsi probiotik - atau makanan-makanan seperti yogurt yang mengandung campuran organisme baik - dapat membantu mengatasi masalah ini dengan cara memperkenalkan bakteri kepada usus.
"Mengonsumsi probiotik selama kehamilan dapat membantu mengurangi alergi pada anak-anak. Ini bukanlah ramun ajaib, tetapi salah satu dari banyak elemen yang dapat memperbaiki diet dan kesehatan kita," tandas Prof Delespesse.
Sumber : http://kesehatan.kompas.com/read/2010/04/16/11412119/Awas.Hidup.Teralu.Steril.Memicu.Alegi
Dampak Negatif Rokok Bertambah
Washington, Selasa
Sudah banyak orang yang tahu bahwa merokok berbahaya bagi kesehatan. Sudah banyak juga orang yang tahu, menghisap asap rokok meskipun tidak merokok, alias perokok pasif, lebih berbahaya. Dan kini ditemukan bahwa sisa-sisa nikotin yang melekat di permukaan benda-benda juga berbahaya pada kesehatan.
Sebuah penelitian yang dilakukan Lawrence Berkeley National Laboratory, lalu dipublikasi di Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) menyebutkan bahwa saat sebatang rokok dibakar di dalam sebuah ruangan, nikotin yang keluar dalam bentuk asap akan melekat pada permukaan benda-benda di dalam ruangan tersebut. Sialnya, sisa-sisa nikotin itu bisa betahan sampai berbulan-bulan, sehingga tanpa disadari orang lain, termasuk anak kecil, dalam ruangan itu yang sebenarnya tidak merokok bisa terpapar nikotin juga. Orang-orang ini kemudian disebut para peneliti itu sebagai third hand smoker.
"Penelitian kami menunjukkan, saat sisa nikotin bereaksi dengan senyawa asam nitrogen (nitrous acid) di udara, terbentuklah nitrosamin (senyawa kimia yang merugikan) dari tembakau atau disebut TSNAs, yang bersifat karsinogen (menimbulkan kanker)," kata Hugo Destaillats, yang membantu penulisan laporan penelitian itu.
Selama ini, imbuh Destaillats, TSNAs dikenal sebagai karsinogen yang terdapat pada rokok yang belum dibakar maupun pada asap rokok.
Nah, kaitannya dengan third hand smoker ini, TSNAs pada kursi, meja, atau karpet dapat terhirup atau masuk ke tubuh karena melekat pada debu, sehingga sangat berbahaya bagi anak-anak.
"Merokok di luar ruangan lebih baik daripada merokok di dalam ruangan. Tapi sisa nikotin akan melekat pada pakaian dan kulit si perokok, dan kemudian menyebar ke dalam ruangan saat si perokok masuk ruangan," kata Lara Gundel, juga penulis hasil penelitian tersebut.
Kemungkinan pembentukan TSNAs semakin besar jika merokok dilakukan di dalam kendaraan, karena gas buang kendaaan mengandung asam nitogen.
Lalu apa yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya TSNAs? Mungkin mencegah sebuah ruangan tidak mengandung asam nitrogen adalah tindakan yang sulit dilakukan. Karena itu lakukan saja tindakan yang mudah dan murah, yakni berhenti merokok. (AFP/ink)
Sumber : www.wartakota.co.id
Awas, Parasit Bisa Sebabkan Stroke
Sebenarnya penyakit Chagas lebih banyak ditemui di negara-negara Amerika Latin. Namun, migrasi jutaan manusia lintas negara menyebabkan penyebaran penyakit ini terjadi di banyak negara. Seseorang bisa tertular penyakit ini bila digigit serangga yang terinfeksi parasit cruzi.
Kebanyakan orang tidak menyadari dirinya terinfeksi sehingga tanpa sadar akan menyebarkan penularan. Dalam penelitian yang dilakukan Dr.Francisco Javier Carod-Artal dari Spanyol diketahui separuh pasien chagas yang terkena stroke sebelumnya tidak pernah didiagnosa terinfeksi chagas.
Menurut Sharlin Ahmed dari Stroke Association, penyakit Chagas bisa memicu berbagai gangguan jantung yang akhirnya menyebabkan stroke. "Jantung menjadi lemah dan tidak mampu memompa darah dengan kuat. Pada akhirnya akan terjadi bekuan darah , bila bekuan ini terbawa ke otak dan menyumbat arteri otak akibatnya adalah stroke," paparnya.
Itu sebabnya para ahli merekomendasikan para dokter dari negara endemik chagas untuk melakukan skrining penyakit pada pasien stroke.
Sumber : Kompas.com
Tanda-tanda Anda Terkena Gagal Ginjal

Gagal ginjal bisa menyerang setiap orang, baik pria maupun wanita. Tidak memandang tingkatan ekonomi. Bila gejala diketahui sedini mungkin, penderita bisa mendapat bantuan mengubah atau menyesuaikan gaya hidup.
Tanda-tanda dari gagal ginjal sebenarnya tidak kelihatan secara bersamaan. Dengan pemeriksaan laboratorium, dapat diketahui dengan lebih cermat dan akurat apakah tanda-tanda itu mengarah pada kemungkinan gagal ginjal.
Inilah beberapa tanda atau gejala gagal ginjal yang perlu Anda waspadai :
- Kencing terasa kurang dibandingkan dengan kebiasaan sebelumnya.
- Kencing berubah warna, berbusa, atau sering bangun malam untuk kencing.
- Sering bengkak di kaki, pergelangan, tangan, dan muka. Antara lain karena ginjal tidak bisa membuang air yang berlebih.
- Lekas capai atau lemah, akibat kotoran tidak bisa dibuang oleh ginjal.
- Sesak napas, akibat air mengumpul di paru-paru. Keadaan ini sering disalahartikan sebagai asma atau kegagalan jantung.
- Napas bau karena adanya kotoran yang mengumpul di rongga mulut.
- Rasa pegal di punggung.
- Gatal-gatal, utamanya di kaki.
- Kehilangan nafsu makan, mual, dan muntah.
Sumber : Kompas.com
Rabu, 14 April 2010
Yoghurt Mencegah Penuaan Dini
APAKAH Anda termasuk penyuka yoghurt dan menyertakan minuman ini menjadi salah satu minuman favorit? Kalau memang seperti itu, Anda termasuk orang yang beruntung, karena yoghurt bisa mencegah penuaan dini. Dari kandungan gizinya, yoghurt mengandung kalsium dan zat besi, zat yang baik untuk mencegah keropos tulang.
The Wellness Encyclopedia (1991) menyebutkan bahwa setiap 227 gram yoghurt mengandung 275 - 400 mg kalsium, angka yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan sumber kalsium yang lain. Kandungan gizi lain adalah vitamin B-komplek untuk kesehatan reproduksi, protein untuk pertumbuhan, mineral dan vitamin lain untuk menjaga dan memelihara kesehatan sel tubuh.
Bagi para penderita lactose intolerance, yoghurt dapat menjadi pengganti susu sesuai hasil Penelitian Ellie Metchnikoff (pemenang Nobel Kedokteran 1908). Hasil penelitiannya yang dilakukan di Balkan menyimpulkan bahwa ada korelasi positif antara kosumsi yoghurt dengan panjang umur.
Terbukti penduduk Balkan yang banyak mengonsumsi yoghurt mempunyai usia yang panjang (kurang lebih 87 tahun). Menurut Ellie, kebiasaan mengonsumsi yoghurt yang mengandung bakteri aktif bermanfaat untuk mencegah terjadinya keracunan akibat radikal bebas (penyebab kanker) dan penuaan dini.
Yoghurt pertama kali ditemukan oleh warga Turki. Awalnya para penggembala domba menyimpan susu hasil perahannya pada kantong yang terbuat dari kulit domba.
Setelah disimpan beberapa waktu, susu terfermentasi oleh bakteri sehingga menjadi asam, teksturnya mengental namun tidak basi. Hasil temuan inilah yang berkembang menjadi yoghurt seperti kita kenal sekarang.
Proses Pembuatan
Yoghurt adalah produk yang dibuat dengan cara mengasamkan susu dengan bakteri asam laktat. Starter yang digunakan biasanya lactobacillus bulgaricus dan streptococcus thermophilus. Bakteri ini ditambahkan ke dalam susu yang telah dipasteurisasi. Kedua bakteri itulah yang akan memfermentasi laktosa (gula susu) menjadi asam laktat. Dalam tahap ini akah dihasilkan flavour yoghurt yang khas, cita rasanya asam dan teksturnya mengental karena koagulasi protein susu oleh asam.
Di pasaran banyak dijumpai aneka jenis yoghurt. Plain yoghurt adalah salah satunya, yoghurt ini warnanya putih dan rasanya asam. Jenis ini cocok untuk campuran aneka jenis masakan, kue, puding atau minuman, karena cita rasanya netral. Selain plain yoghurt, ada juga fruit yoghurt, jenis yang di dalamnya sudah ditambahkan sari dan potongan buah-buahan.
Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal, pilih yoghurt tanpa bahan pengawet, pemberi rasa dan warna. Plain yoghurt adalah pilihan yang terbaik untuk sistem pencernaan. Jenis ini juga tanpa penambah bahan kimia yang berbahaya. Dalam penyimpanannya harus di suhu yang dingin karena yoghurt tinggi protein dan mengandung bakteri aktif yang mudah rusak jika disimpan pada suhu ruang.
Frozen yoghurt
Sekarang ini yoghurt dibuat menjadi seperti es krim atau yang disebut dengan frozen yoghurt. Makanan ini disajikan bersama dengan topping yang menggugah selera, seperti buah, kacang-kacangan, permen.
Seperti yang dihadirkan Red Mango, outlet yang menjual frozen yoghurt dari Amerika. Menurut Chris Wijaya, Direktur Red Mango, dewasa ini frozen yoghurt menjadi camilan favorit bagi perempuan.
"Pada dasarnya masyarakat sudah sangat memperhatikan kesehatan, jadinya mereka peduli dengan makanan yang sehat. Apalagi yoghurt ini dibuat dari susu non-fat, jadi tidak membuat badan menjadi gemuk," ujar Chris.
Selain itu, imbuhnya, yoghurt juga mengandung bakteri yang menguntungkan dan baik untuk kesehatan lambung. Sehingga sangat baik untuk pencernaan.
Variasi dari frozen yoghurt ala Red Mango ini juga cukup banyak dan yang menjadi favorit mochi berry. Terdiri dari yoghurt mix (plain dan stroberi) ditambah dengan buah lengkeng dan strawberi segar serta kue mochi. Perpaduan asam segar dan manis berbaur jadi satu.
Di Red Mango, topping yang disediakan juga beragam, mulai dari stroberi, kiwi, peach, leci, mangga, sari kelapa. Untuk topping kering, ada kacang almond, chocolate chip, biskuit coklat dan masih banyak lagi.
"Dengan pengemasan yang cantik dan cita rasa yang beda maka akan membuat orang yang tadinya tidak terlalu suka dengan yoghurt jadi menyukainya. Selama ini orang hanya mengonsumsi yoghurt dalam kemasan botol saja," kata Chris lagi. (Dian Aditya Mutiara)
Sumber : http://www.wartakota.co.id/detil/berita/8830/Yoghurt-Mencegah-Penuaan-Dini
