Universitas Gunadarma

Universitas Gunadarma

Kamis, 10 Maret 2011

Ekonomi Terpimpin



Sejarah Singkat Bung Hatta Sebagai Pemrakarsa Ekonomi Terpimpin.
Ekonomi terpimpin, kata itu bagi sejarahwan mungkin sudah tidak asing lagi. Pendirinya adalah Mohammad Hatta yang akrab disapa dengan sapaan Bung Hatta. Selain dikenal sebagai proklamator dan pendiri bangsa, beliau juga dikenal sebagai bapak koperasi Indonesia dan bapak ekonomi Indonesia. Selama beliau hidup, beliau banyak mengabdikan waktunya untuk membaca buku. Sejarah telah mencatat bahwa beliau telah mempunyai koleksi lebih dari 10.000 buku yang berbahasa Jerman, Inggris, Perancis dan tentunya Indonesia.


Bung Hatta telah memulai untuk mengoleksi buku sejak beliau masuk sekolah dagang menengah Prins Hendrik School (PHS) di Jakarta pada tahun 1919. Seperti tertulis di dalam buku memoarnya yang diterbitkan ulang tahun 2002, Bung Hatta telah mulai mengoleksi buku sejak ia masuk sekolah dagang menengah Prins Hendrik School (PHS) di Betawi tahun 1919. Ketika itu ia diajak pamannya, Mak Etek Ayub, singgah di sebuah toko buku antiquariat di daerah Harmoni. Mak Etek Ayub menunjukkan kepada Hatta beberapa buku yang dianggapnya penting untuk dibaca. Buku-buku tersebut adalah Staathuishoudkunde (Ekonomi Negara) dua jilid karya NG Pierson, De Socialisten (Kaum Sosialis) enam jilid yang ditulis HP Quack, serta karya Bellamy berjudul Het Jaar 2000 (Tahun 2000).

Ternyata, persoalan yang paling diminati oleh Bung Hatta ialah persoalan seputar tentang ekonomi, sehingga beliau berhasil membuahkan sebuah pemikiran ekonomi di Indonesia seperti ekonomi terpimpin. Sayangnya, di saat ini jarang sekali orang yang tertarik untuk menggali kembali pemikiran-pemikiran Bung Hatta khususnya di bidang ekonomi. Pemikiran Bung Hatta dianggap telah kehilangan relevansinya.

Pengertian Ekonomi Terpimpin.
Ekonomi terpimpin secara istilah yang disebutkan Bung Hatta yaitu merupakan konsekuensi dan nasionalisme yang timbul sebagai bentuk dari perlawanan menentang kolonialisme dan imperialisme.
Prinsip ekonomi terpimpin sejalan dengan sila ke-5 pancasila yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dikarenakan adanya pemerataan pembagian kesejahteraan di semua lapisan masyarakat dan mereka dapat merasakannya.
Ekonomi terpimpin serupa dengan ekonomi sosialis. Menurut Bung Hatta ekonomi terpimpin merupakan rival dari sistem ekonomi liberal. Dimana segala sesuatunya ditentukan oleh pihak pasar, sedangkan pemerintah tidak boleh campur tangan dalam hal tersebut. Atau juga ikut andil dalam mengatur keadaan pasar sehingga peraturan tersebut tidak memberikan gerak bebas bagi pasar.

Ekonomi Liberal dan Dampak Yang Terjadi Bagi Masyarakat.
Jika kita lihat lagi dampak yang ditimbulkan dari adanya ekonomi liberal, dengan demikian maka ketimpangan ekonomi, kesemena-menaan dan kesenjangan sosial akan terjadi. Karena yang kaya akan semakin menjadi kaya sedangkan yang miskin akan semakin menjadi miskin karena tidak adanya pemerataan ekonomi di seluruh lapisan masyarakat. Fakta lapangan telah mengatakan bahwa peran liberal hanya dimiliki oleh sekelumit orang saja yang mampu bertahan dalam keadaan tersebut yaitu pemilik modal, singkat kata merekalah pemilik modal, yang memonopoli pasar.

Demikian juga, kebijakan ekonomi Indonesia yang sedikit menganut ekonomi liberal dan tidak tegas yang hanya menguntungkan daerah kaya atau maju tetapi juga mengutungkan orang kaya. Misalnya saja terutama di masa Orde Baru kita melihat bagaimana konglomerat kalau meminjam uang dalam jumlah besar di bank tidak diwajibkan memiliki jaminan atau agunan, sementara pedagang kecil kalau pinjam uang di bank harus memenuhi macam-macam agunan dan kewajiban yang sulit dipenuhi.
Coba kalau kita berkaca kepada sebagian negara yang menggunakan asas ekonomi liberal seperti Amerika Serikat, maka ketidakmerataan pendapatan dalam penduduknya akan dapat sering anda lihat, sekalipun Amerika Serikat tergolong negara yang maju. Para pemilik modal dan jutawan tenar layaknya Donald Trump dan Bill Gates, keduanya akan mampu bertahan dan bahkan terus menguasai, mendominasi dan memonopoli pasar. Sedangkan masyarakat kalangan bawah dan menengah dipastikan akan menjadi korbannya.

Contoh bukti praktek ekonomi liberal di negara kita yang gamblang dapat kita lihat yaitu pada proyek minyak blok Cepu yang pada akhirnya infestor asing (Exxon Mobile) berhasil mengungguli Pertamina selaku perusahaan negara. Belum lagi Freeport di Papua yang dikuasai Infestor asing dari Amerika. Akibatnya eksploitasi tersebut hanya menguntungkan pihak infestor saja, sedangkan mereka tidak memperdulikan Indonesia selaku pemilik bahan bakunya.

Hal ini terjadi karena kurangnya adanya ketegasan dari pihak Indonesianya sendiri. Pemerintah takut akan resiko yang akan dihadapinya jika melaksanakan kebijakan yang dirasa akan merugikan pihak asing.
Dengan demikian jika kita lihat dari contoh di atas maka keadilan sosial tidak akan tercapai dan jauh dari prinsip nasionalisme yang menjunjung tinggi asas keadilan sosial untuk masyarakatnya.

Lain halnya dengan ekonomi terpimpin yang condong mengadopsi pemikirannya dengan pemikiran ekonomi sosialis. Ekonomi terpimpin mempunyai sistem bahwa pemerintah harus turut aktif dalam kegiatan ekonomi.

Keunggulan Ekonomi Terpimpin.
Dalam konteks ini, kita bisa mengingat apa yang pernah ditulis Hatta pada saat dia masih berusia 26 tahun dan masih berstatus sebagai mahasiswa (ditulis Maret 1928). Begini ia menulis waktu itu: “Pemerintah harus banyak campur tangan dalam pelaksanaan Ekonomi Terpimpin dengan mengadakan petunjuk, tetapi harus bebas dari perbuatan birokrasi. Dalam pelaksanaan ekonomi yang berpedoman kepada prinsip murah, lancar, dan cepat, tidak ada yang lebih berbahaya dari pada birokrasi."

Dan juga pemerintah selayaknya turut pula memberikan aturan-aturannya. Supaya terciptanya pemerataan ekonomi di semua kalangan masyarakat, sehingga yang kaya tidak semakin kaya sedangkan yang miskin tidak semakin miskin.

Coba kita kembali lagi berkaca kepada salah satu negara yang menggunakan sistem ekonomi sosialis seperti Republik Rakyat Cina. Maka kita akan melihat keadaan pendapatan masyarakatnya yang merata, sehingga tidak akan anda menjumpai permasalahan ketimpangan-ketimpangan ekonomi di negara ini, sekalipun negara ini negara yang mempunyai penduduk terbanyak di dunia.

Bahkan buktinya, kini negara Republik Rakyat Cina mampu menjadi negara urutan ketiga yang pertumbuhan ekonominya melesat pesat setelah urutan pertama diduduki oleh Uni Eropa dan posisi urutan kedua diduduki oleh India.

Dari contoh di atas, dengan itu keadilan sosial untuk rakyat niscaya akan tercapai, keadaan ekonomi akan bertambah baik dan kemajuan untuk negara akan diraih. Seperti yang sering digembar-gemborkan oleh Pancasila dalam silanya yang ke-5 yaitu “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” yang akan mengantarkan negara untuk memenuhi keadilannya dalam membagi kemakmuran dan kesejahteraan bagi rakyatnya. Dengan ini maka cita-cita nasionalisme akan tercapai. Berbicara masalah jenisnya, ekonomi terpimpin dibagi menjadi enam jenis, yaitu:
1. Ekonomi terpimpin menurut ideologi komunisme.
2. Ekonomi terpimpin menurut pandangan sosialisme demokrasi.
3. Ekonomi terpimpin menurut solidaroisme.
4. Ekonomi terpimpin menurut faham kristen sosialis.
5. Ekonomi terpimpin berdasar ajaran Islam
6. Ekonomi terpimpin berdasarkan pandangan demokrasi sosial.
Yang pasti dari enam aliran ekonomi terpimpin itu kesemuanya itu menolak adanya kepentingan individu, yang mana kepentingan orang banyak akan terkalahkan oleh kepentingan segelintir orang tersebut. Hal ini justru benar-benar terlihat dari sistem ekonomi liberal yang hanya menguntungkan per-individu saja sedangkan masyarakat banyak yang lebih membutuhkannya malah kenyataannya terabaikan.

Ekonomi Terpimpin dan Nasionalisme.
Pada hakikatnya, adanya konsep ekonomi terpimpin itu disambungkan dengan adanya konsep nasionalisme. Jadi selayaknya ekonomi terpimpin yang paling layak digunakan demi terhubungnya dengan prinsip nasionalisme adalah ekonomi terpimpin yang berdasarkan atas asas sosialisme demokrasi, yang kedua asas ini terkait dengan Pancasila yang berlaku sebagai landasan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Nasionalisme merupakan bentuk atau cerminan dari gerakan yang mana gerakan tersebut memperjuangkan persatuan rakyat dan kesejahteraan rakyat. Nasionalisme lahir pada masa permulaan abad ke-20 sebagai reaksi atau bentuk perlawanan terhadap kolonialisme.

Selain itu nasionalisme juga mempunyai beberapa gagasan yang berguna untuk menentang aksi kolonialisme, yaitu:
Aspek Politik.
Yang bertujuan untuk menghilangkan praktek politik asing yang kurang baik dan menggantinya dengan sistem pemerintahan yang berdaulat kepada rakyat.
Aspek sosial ekonomi.
Yang bertujuan untuk memberantas eksploitasi ekonomi asing dan membangun masyarakat baru yang bebas dari kemiskinan dan kesengsaraan.
Aspek budaya.
Yang bertujuan untuk mengembalikan kepribadian bangsa yang harus disesuaikan dengan perubahan zaman seperti sekarang. Hal ini bertujuan untuk menyaring kelayakan budaya luar negeri yang masuk ke dalam Indonesia yang disesuaikan dengan berbagai macam pandangan-pandangan.

Jadi dengan berbagai penjelasan di atas, tentunya sudah kita lihat bahwa nasionalisme hanya pantas menggandeng dan disandingkan dengan sistem ekonomi terpimpin yang sesuai dengan prinsip-prinsipnya.
Ekonomi terpimpin yang bersifat sosialis bersifat membatasi dalam menyikapi antara keikutsertaan pihak pemerintah dan pihak individu dalam kegiatan ekonominya, keterlibatan adanya campur tangan pemerintah atau negara adalah dibatasi. Sedangkan bagi pihak individu atau pemilik modal juga tidak 100% keberadaannya dimusnahkan. Mereka tetap boleh mempunyai hak untuk bergabung. Hanya saja antara pihak pemerintah dan pihak individu dalam ruang lingkup ekonomi terpimpin sosialis dibatasi. Hal ini diberlakukan hanya untuk mengupayakan terlebih dahulu kepentingan dan kesejahteraan masyarakat banyak.

Menurut Lerner dalam bukunya The Economics of Control, sistem ekonomi terpimpin yang berasaskan sosialis telah memasukkan kedalamnya beberapa dari unsur-unsur ekonomi liberal. Menurutnya ekonomi liberal dan ekonomi sosialis dapat disatukan dan didamaikan menjadi “Welfare Economics”, yaitu sebuah bentuk dari kemakmuran ekonomi. Hal ini telah dipraktekkan di Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa setelah perang dunia I. Pada sistem ekonomi terpimpin sosialis, ada hal yang harus dilaksanakan. Yang pertama ialah sumber ekonomi yang ada haruslah dikerjakan, supaya tidak adanya terbuka lahan baru untuk pengangguran akan tetapi membuka lahan baru untuk mencipitakan tenaga kerja.

Kedua, membagi hasil pendapatan dengan adil merata tanpa ada jatah hasil pendapatan yang lebih besar dikarenakan pangkat atau derajat. Dengan diterapkannya hal ini, maka kesenjangan sosial atas yang kaya dan yang miskin tidak akan terjadi, semua rakyat akan menikmati hasilnya. Tulisan lain yang ditulis Hatta tahun 1957 yang masih relevan dengan kondisi Indonesia saat ini adalah tentang Kemiskinan dan kesenjangan. Begini waktu itu dia menulis: ".... Miskin tetap miskin dengan tidak ada perspektif. Keadaan masyarakat kita sekarang hanya menyatakan pertentangan hebat antara si kaya dan si miskin . Antara sekelompok manusia yang hidup mewah dengan banyak orang yang tidak berada. Tidak sedikit pula rakyat yang hidup menderita..."

Data Bappenas yang diumumkan baru-baru ini menunjukkan, jumlah penduduk miskin di Indonesia saat ini naik menjadi 49,5 juta orang atau 24,23 persen dari seluruh jumlah penduduk Indonesia. Dari jumlah itu 31,9 juta orang berada di pedesaan dan 17,6 juta orang di perkotaan. Bila dilihat secara geografis maka 59 persen penduduk miskin ada di Pulau Jawa dan Bali, 16 persen di Sumatera, serta 25 persen menyebar di Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Kalau dipertanyakan lagi dari keadaan yang terjadi sekarang ini, itu terjadi bukanlah karena Indonesia negara yang miskin. Akan tetapi keadaan ini terjadi karena salahnya kebijakan pemerintah yang diambil. Yang selalu berpihak pada posisi yang kaya, khususnya pada zaman orde baru.

Jadi apa yang diprihatinkan Hatta waktu itu ternyata sampai sekarang masih terjadi dan bahkan seperti telah diumumkan oleh Bappenas, jumlah orang miskin di Indonesia malah naik. Kesetaraan dalam lapisan masyarakat akan dapat diwujudkan, sehingga kesejahteraan di antara kalangan masyarakat akan dapat diraih secara keseluruhan.
Ketiga, bentuk dari pemonopolian dan peng-oligopolian harus dihapuskan dalam kegiatan ekonomi. Karena hanya akan menyebabkan kerugian di salah satu pihak. Dan juga hanya akan menimbulkan eksploitasi yang melampaui batas dan pemborosan ekonomi yang besar pula.
Bentuk Cita-cita Dari Ekonomi Terpimpin dan Demokrasi.

Telah dijelaskan bahwa ekonomi terpimpin adalah suatu sistem ekonomi yang berlandaskan atas nasionalisme dan demokrasi. Menurut master ekonomi Indonesia yaitu Bung Hatta, tujuan ekonomi terpimpin dalam bidang demokrasi ialah negara mampu mencapai kemakmuran bagi hidup rakyatnya. Tiada lagi salah satu rakyat dari suatu negara itu yang tidak mendapatkan kenikmatan dari makmurnya suatu negara itu.
Negara harus lebih mendahulukan kepentingan masyarakatnya terlebih dahulu daripada segelintir individu yang kepentingannya berbeda dengan rakyat. Akan tetapi individu tersebut tidaklah harus mutlak atau murni dihilangkan.

Secara umum cita-cita dari adanya ekonomi terpimpin ada empat, yaitu yang pertama untuk membuka lapangan kerja bagi kesemua lapisan masyarakat. Secara otomatis maka angka pengangguran akan terkurangi bukannya justru menutup lapangan kerja bagi kesemua lapisan masyarakat seperti yang dipraktekkan oleh ekonomi liberal. Intinya tiada lagi angka kemiskinan.

Yang kedua ialah adanya standarisasi hidup yang baik bagi masarakat banyak secara keseluruhan. Artinya dalam hal ini negara telah menjamin hidup masyarakatnya akan lebih baik dan sejahtera, seperti yang telah diidamkan mereka.
Cita-cita yang ketiga ialah semakin berkurangnya ketidaksamaan ekonomi dengan memperata kemakmuran. Dengan ini, negara tersebut akan tumbuh menjadi negara yang maju dan rakyatnya akan mampu mengagungkan nama harum negaranya di dunia internasional.

Cita-cita yang keempat ialah untuk terciptanya keadilan sosial. Sehingga tidak akan ditemukannya lagi ketimpangan-ketimpangan ekonomi dalam kesemua masyarakatnya, sehingga ketidak-adilan pada masa orde baru seperti perhatian terhadap status kekayaan pada seseorang akan terhapuskan. Hal ini jelas-jelas telah menyinggung hak asasi manusia dan tidak layak untuk dijadikan sebagai pegangan.

Harapan saya, Indonesia dalam kegiatan ekonominya mengikuti jejak ekonomi terpimpin. Dan Indonesia dapat berubah menjadi wujudnya yang sejahtera, masyarakat yang ada di dalamnya akan makmur sejahtera dan diakui kesejahteraannya oleh dunia Internasional, sehingga Indonesia tidak gampang diremehkan oleh negara lain seperti sekarang ini, baik dalam hal ekonomi maupun birokrasinya. Selain itu juga dapat mengambil kembali gelar Macan Asia yang sudah sempat terkembang pada zaman pemerintahan orde baru.

Sumber :

http://ridhoyahya89.blogspot.com/2009/07/ekonomi-terpimpin-serta-terapannya.html

Gambar :

http://www.google.co.id/imgres?imgurl=https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjp78aPF8m9RA35aczm5ZioOCayLgM3w1Js6pOVuCi5oREzixIvV2rDJjSw79m8JKEEFUI92-uOZbo8TyG2QB61VYCfrcps63EZUuAi6ziR7dFFMuNqGciH80cRSNHJzbTWmhsgRHnbdeM/s1600/Bung+Hatta.jpg&imgrefurl=http://edosegara.blogspot.com/2010/05/tamasya-sejarah-bersama-hatta.html&usg=__qjfGoX9Dn6UmP1dA5FlRukItYBQ=&h=737&w=726&sz=30&hl=id&start=3&zoom=1&um=1&itbs=1&tbnid=1MXHRw4BOTsluM:&tbnh=141&tbnw=139&prev=/images%3Fq%3Dbung%2Bhatta%26um%3D1%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26sa%3DN%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26biw%3D1503%26bih%3D631%26tbs%3Disch:1&ei=Et54TYrwK8qtrAfYnIj0BQ


Ekonomi Terpusat atau Ekonomi Multiple



by George Winder oleh George Winder dari Volume 8 dari Essays on Liberty, yang diterbitkan pada tahun 1961 oleh Yayasan Pendidikan Ekonomi, 30 S. Broadway, lrvington-on-Hudson, NY 10533, dicetak ulang dari awal isu THE FREEMAN.

Sistem politik-ekonomi di mana masyarakat dunia membuat hidup mereka dapat dibagi ke dalam ekonomi terpusat atau beberapa. Pada bagian pertama dari dua kelas besar semua produksi diarahkan oleh otoritas sentral yang terdiri dari, atau berasal daya dari, seorang kepala, dewan penatua, raja, atau dalam kasus negara-negara komunis staf politik di bawah di atas-semua perintah diktator. Hal ini dipahami oleh sosialis bahwa otoritas memimpin ekonomi terpusat dapat memperoleh daya dari sebuah majelis terpilih, tetapi dalam prakteknya, demokrasi dan ekonomi terpusat memiliki co-jarang ada.

Karakteristik besar ekonomi terpusat adalah bahwa semua kegiatan ekonomi diarahkan atau direncanakan oleh pemerintah pusat sehingga orang dikenakan kontrol hirarkis. Setiap orang memiliki atasan yang dia harus patuh.: Contoh paling menonjol dari ekonomi terpusat adalah:

  1. PRIMITIF KOMUNISME yang pernah ada di antara semua bangsa dan masih bertahan di banyak negara tidak beradab. Semua produksi dalam tahap ini masyarakat berada di bawah arahan kepala suku atau dewan dari penatua.
  2. Sistem feodal di mana tanah, yang berarti semua-penting dari produksi, diadakan atas nama raja, yang menunjuk kaki tangan yang kuat untuk memastikan bahwa menghasilkan pasokan dan laki-laki berkelahi. Tanah itu sendiri biasanya bekerja di bawah beberapa bentuk kontrol komunal di bawah arahan badan-badan seperti pengadilan manor. Tanggungjawab individu adalah dari jenis yang paling dasar.
  3. AMERIKA BERSAMA seperti Nazi Jerman dan Italia fasis. Berikut hirarki kontrol sepenuhnya jelas, tetapi meskipun semua produksi diarahkan dan semua modal dikuasai oleh negara, kepemilikan hukum nominal properti tetap berada di tangan orang-orang yang menerima bagian dari hasil subyeknya, biasanya, untuk proses yang Keynes Tuhan telah digambarkan sebagai "eutanasia rente itu."
  4. NEGARA KOMUNIS ATAU SOSIALIS. Berikut pengendalian properti dan arah produksi adalah sama seperti di negara Nazi atau fasis, tapi pemilik individu telah dilikuidasi dan hartanya disita.

Dalam dua bentuk terakhir ekonomi terpusat, arah produksi selalu jatuh ke tangan seorang diktator yang menunjuk perencana untuk mengelola subyek ekonomi untuk mengontrol di mana pertimbangan politik memainkan bagian yang menentukan.

Tidak ada yang baru dalam salah satu dari ekonomi terpusat. Mereka, dan sistem hirarkis dengan yang mereka dikendalikan, telah dikenal lama tak terhitung jumlahnya. Penundukan individu dengan naluri buta kelompok, yang merupakan karakteristik luar biasa mereka, dapat dikatakan sebagai kondisi alam manusia sebelum dia melatih dirinya bagi peradaban. Bahwa beberapa negara ini terpusat memanfaatkan dan bahkan mengembangkan produk-produk modern kapitalisme tidak dapat mengubah fakta ini.

Ekonomi terpusat masih memiliki daya tarik yang sangat besar bagi banyak orang. Ini mengurangi mereka dari tanggung jawab untuk melaksanakan hidup mereka sendiri sepanjang mereka mengikuti gagasan kolektif yang berlaku dan emosi. Dalam kesengsaraan dan perang peningkatan jumlah laki-laki akan selalu kembali ke sana. Hal ini sedikit banyak menjelaskan penerimaan mudah Nazisme dan fasisme di negara-negara yang relatif beradab seperti Jerman dan Italia. Sebagian besar ideologi kolektif modern timbul dari keinginan naluriah untuk dijaga oleh otoritas yang unggul. Naluri ini laten terletak di sebagian dari kita sebagai hasil dari latar belakang kita berabad-abad komunisme kesukuan. It Ini hanya dapat diatasi oleh keyakinan dalam filsafat atau agama.

MULTIPLISITAS DIREKSI

Di sisi lain, beberapa perekonomian tergantung untuk efisiensi, bukan pada konsentrasi arah ekonomi, tetapi melanggar dari arah yang ke sebagai tangan sebanyak mungkin cukup. Ini membuat setiap saham secara langsung kapitalis sendiri kecilnya ekonomi. kanannya untuk melakukannya muncul dari kepemilikan hak-milik. Sebuah ekonomi beberapa direncanakan atau diarahkan oleh pemilik peternakan, pabrik, kapal, bank, truk, toko-toko, dan bahkan pemilik properti yang mampu membantu dalam pekerjaan besar dari produksi barang.

Sekarang ini jenis ekonomi dengan jumlah besar untuk mengarahkan pemerintah tampaknya cukup luar pemahaman dari sosialis yang tidak dapat memahami hal ini keragaman arah. Ia percaya bahwa jika lebih dari sekelompok kecil langsung ahli ekonomi, maka mau tidak mau harus kekacauan hasil. Bagaimana ekonomi yang rumit luas direncanakan dan memerintahkan tanpa ekonom yang kompeten untuk langsung dari pusatnya? Seseorang tidak dapat menjalankan bahkan satu bisnis tanpa perencanaan yang hati-hati, bagaimana, oleh karena itu, bisa satu menjalankan perekonomian seperti yang dari Amerika atau Inggris tanpa perencanaan seperti itu?

Kami melihat sesuatu dari baris ini penalaran dalam konferensi pertama dari Partai Buruh Inggris setelah perang ketika pada contoh Profesor Laski resolusi yang telah disahkan yang menyatakan bahwa "tidak boleh ada kembali setelah perang ke masyarakat kompetitif tidak direncanakan," dan mengusulkan bukan "perencanaan produksi untuk konsumsi masyarakat. Tuntutan serupa untuk sebuah ekonomi terencana dengan sosialis dan Amerika "liberal" telah terlalu banyak untuk mengingat. ditemukan di http://FreedomKeys.com/economies.htm

MEKANISME KONTROL

Tapi untungnya bagi kemanusiaan, beberapa arah ekonomi dengan kapitalis tak terhitung - masing-masing yang bersangkutan dengan hanya sebagian kecil dari total produksi - tidak berarti kekacauan. Sebaliknya, itu berarti arah yang paling efisien dan perencanaan ekonomi bahwa dunia belum mampu mencapai. Alasan untuk ini adalah bahwa kontrol kapitalis bagian tentang perekonomian tidak mutlak. Dia berada di bawah perintah ketat dari kekuatan jauh lebih besar daripada dirinya sendiri. Obligasi Nya mungkin tampak cahaya untuk mereka adalah bersifat impersonal, tetapi mereka sangat kuat. Setiap ketidaktaatan akan membalas dendam, sebagai pilihan terakhir, dengan kebangkrutan.

Master ini kuat dari semua kapitalis yang mengkoordinasikan produksi mereka, dan pada kenyataannya rencana ekonomi keseluruhan mereka, adalah tidak lain dari rakyat sendiri yang melaksanakan kekuasaan mereka melalui mekanisme harga bebas, yang merupakan instrumen yang paling efisien untuk memimpin dan perencanaan ekonomi yang belum pernah dibuat. Produksi dan investasi kapitalis tampaknya independen diarahkan oleh naik turunnya harga komoditas dan jasa. Sebuah pergerakan harga akan memberitahu produsen jauh lebih cepat daripada yang dapat setiap perencana ekonomi negara apa yang tuan mereka, konsumen, ingin mereka untuk memproduksi dan di mana untuk menanamkan modalnya. Mekanisme harga bebas, dengan mencegah limbah dan dengan memberikan petunjuk cepat untuk kapitalis, yang harus dipatuhi pada rasa sakit kebangkrutan, telah membuat ekonomi beberapa sistem yang paling efisien untuk memasok keinginan orang-orang bahwa dunia yang pernah dikenal.

Di bawah seperti gluts sistem, dan kelangkaan tidak dapat terjadi kecuali sebagai hasil dari beberapa fenomena alam yang tidak terduga. Seperti Amerika Serikat telah mengalami dengan pasokan pertanian, atau seperti * depresi seperti yang ditimpakan kepada dunia pada tahun tiga puluhan tidak mungkin terjadi.

Jauh dari kekacauan dan ketidakseimbangan sebagai hasil dari beberapa atau ekonomi pasar bebas, sebagai sosialis klaim, banyak ekonom telah dilanda koordinasi perencanaan efisien atau membawa tentang. " Profesor HD Henderson, misalnya, dalam bukunya Ekonomi Cambridge Handbook, PENAWARAN DAN PERMINTAAN, menulis tentang ini koordinasi dalam kata-kata berikut: "Sama seperti dalam dunia fenomena alam, yang untuk waktu lama tampak begitu patuh dan tak bisa dijelaskan, kami telah datang secara bertahap untuk melihat sebuah semua keseragaman yang menyebar dan urutan serupa, jika kurang baik megah. "

" The Bastiat besar ** berbicara tentang ini koordinasi yang sama dalam kata-kata berikut: "Pada saat memasuki Paris yang saya berkunjung, saya berkata kepada diri sendiri - Berikut adalah satu juta manusia yang semuanya akan mati dalam waktu singkat jika ketentuan setiap jenis berhenti mengalir ke arah kota metropolis yang besar. Imajinasi adalah bingung ketika mencoba untuk menghargai keanekaragaman besar komoditas yang harus masuk besok melalui hambatan dalam rangka menjaga penduduk dari terjerumus ke kejang kelaparan, pemberontakan, dan menjarah Namun semua tidur pada saat ini, dan terlelap damai mereka. yang tidak terganggu untuk sekejap oleh prospek seperti bencana. Di sisi lain, departemen delapan puluh [daerah dari Perancis] telah bekerja hari ini, tanpa konser, dan tanpa ada saling pengertian, untuk pengadaan di Paris. "

Dapat dikatakan bahwa karena peningkatan besar dalam kontrol pemerintah urusan ekonomi sejak zaman Bastiat seperti ilustrasi karena ia telah memberi kita tidak lagi berlaku. Memang benar bahwa kekuatan mengarahkan mekanisme harga yang telah dikurangi dengan hasil bahagia banyak, tetapi masih tetap panduan ekonomi yang paling efektif yang kita miliki. Hal ini diilustrasikan dengan peningkatan besar yang terjadi dalam ekonomi Inggris segera setelah pemerintah Konservatif dirilis dari banyak kontrol langsung yang sosialis pendahulu mereka ditahan lama setelah perang berakhir.

Kadang-kadang sosialis akan mengklaim bahwa kebebasan pasar harus dibatasi demi kebebasan rakyat. Mereka tidak menyadari bahwa di campur dengan mekanisme harga itu adalah kebebasan ini sangat dari orang-orang mereka menghancurkan.

IMPERSONAL HANYA PANDUAN

Atribut pertama, kemudian, beberapa ekonomi atau pasar ketertiban dan efisiensi, tetapi memiliki kebajikan lainnya sama pentingnya. Kita telah melihat bahwa pemilik modal di beberapa ekonomi harus tunduk pada tuntutan pasar yang ia akan menemukan master benar-benar kejam. Pada saat yang sama itu adalah master yang memiliki keutamaan tak ternilai harganya, yang sepenuhnya adil dan impersonal. Ini tidak mengesampingkan dengan mengirim Komisar atau Gauletiers ke kantor kapitalis untuk menginstruksikan kepadanya apa yang ia harus menghasilkan. Hal ini tahan terhadap pengaruh merusak dari kelompok penekan. Kapitalis harus mematuhi pasar, tetapi ia harus tunduk kepada tidak menguasai manusia terlihatHal ini karena peraturan ini impersonal bahwa perekonomian banyak adalah bentuk salah satu ekonomi di mana laki-laki bisa bebas.

Di beberapa ekonomi pasar aturan sebagian besar dari kehidupan kita. Ketika di masa muda kita, kita memilih pekerjaan kita akan mengikuti, pasar memberitahu kita apa remunerasi kita harapkan dan mempengaruhi kita sesuai. Di negara-negara paling modern pengaruh ini adalah kualifikasi oleh upaya serikat buruh, dan sampai batas tertentu oleh undang-undang, tetapi tingkat pasar untuk upah masih merupakan unsur paling penting. Pasar membantu kita untuk memutuskan apa yang akan kita makan dan bagaimana kita akan pakaian diri kita dan memberikan rumah kami. Kita harus mempertimbangkan pasar ketika kita memilih rumah di mana kita akan hidup. " Bila tidak ada pasar bebas orang tidak memilih rumah mereka sendiri, mereka adalah "disimpan. Pasar memutuskan apakah pekerjaan kami memberikan kepuasan kepada banyak orang, dalam hal ini akan membuat kita kaya, atau apakah itu hanya memberikan kepuasan rata-rata, dalam hal reward kita akan bersifat sesuai. Jika, dengan modal kita atau tenaga kerja kita, kita tidak melakukan apapun bagi masyarakat, pasar akan memberi kita apa-apa.

Jika seorang pria adalah untuk hidup tanpa baik perampokan atau amal, maka ia harus menyediakan pasar dengan barang atau tenaga kerja. These must be of a type the market demands, otherwise they will not sell. Ini harus dari tipe permintaan pasar, kalau tidak mereka tidak akan menjual.

Kami aman mungkin mengatakan bahwa pasar kontrol lebih dari setengah kegiatan duniawi. Ini berarti bahwa bahkan terbebas dari kita untuk sebagian besar hidup kita dalam perhambaan kepada keinginan orang lain, tetapi karena tuntutan mereka disajikan melalui pasar, obligasi ini tampaknya kita untuk menjadi terang.

MASTER POLITIK

Jadi kita dapat mengatakan bahwa kepala master kegiatan manusia terdiri dari tidak kurang daripada orang-orang sendiri yang berkuasa melalui mekanisme harga. Tapi ada master kedua yang juga memiliki perintah yang sangat besar atas kehidupan kita. Hal ini, tentu saja, pemerintah negara di mana kita hidup. Peraturan ini master kedua melalui hukum yang didirikan dan kadang-kadang melalui peraturan dan fiats, dan instrumen untuk menegakkan aturan perusahaan polisi.

Selama berabad-abad provinsi dari kedua penguasa itu tidak jelas. Semua kekuatan ekonomi dan kekuasaan politik berada di tangan yang sama. Antara Renaissance dan Perang Dunia I, bagaimanapun, semua perkembangan menuju kebebasan dan peradaban juga terhadap pemisahan dari dua tuan dari takdir manusia. Kami melihat ini semakin pemisahan dengan revolusi tudo, perang saudara Inggris, jijik kemudian melawan merkantilisme, dan dalam desakan kaum liberal abad kesembilan belas bahwa negara tidak boleh mengganggu sistem ekonomi. Itu adalah asal dari ketentuan-ketentuan dalam Konstitusi Amerika yang berusaha untuk membatasi kekuasaan baik dari pemerintah federal dan negara.

Ini adalah pemisahan kekuatan ekonomi dan politik yang membuat kebebasan mungkin. Pemisahan ini hanya ditemukan di beberapa ekonomi. Dalam ekonomi yang kapitalis, dengan hak-haknya di tanah miliknya, dilindungi oleh hukum, bebas untuk mengikuti petunjuk dari orang dinyatakan melalui pasar. Dia tahu bahwa selama dia memenuhi pasar dia aman dan independen. If he satisfies his customers, he need call no man master. Jika dia memuaskan pelanggan, ia harus tidak ada panggilan master manusia. Dia bisa mencela pemerintah untuk isi hatinya tanpa takut kehilangan posisi dimana ekonomi pasar telah memberinya. Dia bisa menuntut hak untuk bepergian ke luar negeri, hak untuk kebebasan berbicara dan pers yang bebas, dan dia tahu bahwa kemerdekaan itu aman, dan bahwa pejabat tidak ada yang dapat membahayakan dirinya. Selama hukum terus melindungi kekayaan dan hak-hak yang telah dikaitkan dengan properti di semua negara beradab, dia tahu kebebasannya terjamin.

Pemilik properti bisa agnostik di sebuah distrik Protestan atau Katolik, atau bisa menjadi orang di lingkungan yang berwarna putih. An Pemilik properti mungkin kasar, tidak berpendidikan, dan kasar, namun demikian, jika ia mengelola hartanya secara bijaksana ia bisa menertawakan orang-orang yang tidak menyukainya. Hal ini mengejutkan apa prasangka kita akan diatasi untuk berurusan dengan orang yang memberikan kita barang jujur atau layanan yang efisien. Hanya dalam ekonomi dapat memiliki properti-orang luar, yang eksentrik, atau pikiran asli berkembang. Dalam ekonomi terpusat bahkan tawa atau ejekan dari tetangga seseorang tampaknya cukup untuk menjaga individu berbeda sesuai. Properti dengan hak aman ditegakkan oleh pengadilan adalah sangat dasar kebebasan manusia. Hal ini kebetulan bahwa di semua negara mana milik pribadi sudah tidak ada, kebebasan telah binasa.

PEKERJA YANG GRATIS?

Seseorang di sini mungkin berkata, "Ini semua sangat baik bagi pemilik properti, tetapi bagaimana dengan orang-orang yang memiliki properti tidak -? Mereka bisa sama bebasTidak, mungkin, cukup begitu bebas. Seorang pekerja yang harus mendapatkan pekerjaan akan disarankan untuk menghindari penayangan pandangan ekstrem. Ini hanya mungkin bahwa pertimbangan rasial atau agama dapat mempengaruhi dia lebih dari mereka akan menjadi kapitalis independen. Tetapi untuk semua tujuan penting, seorang pekerja dalam ekonomi multiple sebebas kapitalis. Dia tidak perlu takut mandor nya atau majikan sebagai pekerja komunis ketakutan atasan langsung nya. Dasar kebebasan adalah banyaknya pemilik properti yang dapat mempekerjakan dirinya. Dengan bos banyak potensi dia perlu tunduk ke none. Selanjutnya, ia tahu bahwa ia sendiri dapat menjadi pemilik properti dan majikan.

Hak Properti sering digambarkan oleh sosialis sebagai "reaksioner hambatan terhadap keinginan rakyat." Tidak begitu. Mereka adalah hambatan terhadap negara, dan mereka melindungi rakyat dari penyalahgunaan kekuasaan tersebut. Tapi mereka hambatan efektif hanya selama dua tuan laki-laki, pasar bebas di satu sisi dan pemerintah di sisi lain, disimpan terpisah dan berbeda. Master ini harus dibatasi untuk provinsi mereka sendiri kontrol.

Ketika tidak ada mekanisme harga gratis untuk mengkoordinasikan ekonomi, maka dislokasi pasti akan muncul. Depresi - seperti yang yang mengikuti Perang Dunia I ketika pertimbangan politik dikuasai sebagian besar ekonomi dunia - menjadi tidak dapat dihindari dan mengakibatkan kontrol masih lebih lanjut dan dislokasi ekonomi lebih lanjut. Jika perkembangan ini dibiarkan berlanjut, aturan ekonomi oleh masyarakat melalui mekanisme harga yang datang berakhir, tempat mereka diambil oleh para perencana di bawah petunjuk dari kelompok politik yang berkuasa. Dengan penggabungan kekuatan ekonomi dan politik ke tangan otoritas satu ekonomi multiple hancur dan kebebasan akan berakhir.

Dalam ekonomi terpusat semua orang tunduk pada hirarki kontrol. Tentu saja kita tahu bahwa dalam beberapa ekonomi seperti kontrol ada di setiap perusahaan individual dari manajer sampai ke office boy, tapi itu ada hanya selama jam kerja. Selain itu, jika seorang karyawan tidak suka perintah yang diberikan kepadanya selama jam kerjanya, ia selalu bisa menemukan pekerjaan lain. Tetapi dalam ekonomi terpusat hanya ada satu majikan, negara, dan ini semua-kuat majikan selalu mengganggu dengan orang-orang, bahkan ketika jam kerja mereka sudah berakhir. Seiring dengan kontrol kegiatan ekonomi manusia dalam ekonomi terpusat, ada selalu ada pergi kontrol dari agama atau ideologi. Tidak hanya tenaga kerja laki-laki, tapi pikirannya sangat-Nya harus tunduk kepada kehendak orang-orang yang mengontrol sistem ekonomi. Jika pikiran pria diizinkan untuk bebas, maka ia mungkin kesal tempatnya dalam hirarki, atau bahkan berhenti percaya pada sistem ekonomi yang berlaku, dan itu akan menjadi berbahaya dalam ekonomi terpusat untuk semua orang tergantung pada arus politik-ekonomi rencana untuk mata pencaharian mereka.

Sebagai perekonomian direncanakan oleh otoritas pusat, kelancaran kerja tergantung pada semua memenuhi pekerjaan yang diberikan secara. Bahkan hak untuk memiliki taman pribadi atau sapi merupakan suatu kehormatan yang mengalihkan perhatian seseorang dari pekerjaannya, mengganggu rencana over-semua, dan jarang dapat diizinkan Dia yang tidak melakukan tugasnya menyabot rencana politik keseluruhan. Sebagai modal semua dikendalikan dan diarahkan oleh negara, sehingga juga harus kerja semua akan diberikan tugas oleh negara. Dia yang mengekspresikan pendapat berbahaya bagi pemerintah adalah selalu membahayakan ekonomi keseluruhan dan oleh karena itu, di mata orang-orang teratur, dibenarkan dibungkam. Sebagai akibatnya, ekonomi terpusat tidak hanya mengendalikan semua kegiatan produktif, tetapi pikiran sangat dan kehidupan rakyatnya. Ekonomi terpusat, apakah itu menyebut dirinya sosialis, komunis, fasis, atau Nazi, selalu menghancurkan kebebasan.

RENCANA HARUS MILITER

Kami di dunia Barat belum menyadari betapa banyak daya kehancuran pasar bebas dan pembentukan ekonomi terpusat mau tidak mau harus terjadi di tangan mereka yang mengontrol negara. Dalam hal tidak memiliki kebebasan dan demokrasi lama bertahan pembentukan ekonomi terpusat.

Inge Dean tampaknya telah menyadari hal ini ketika ia menulis, "Jika orang banyak adalah untuk menjadi sasaran rencana, itu harus militer. Jika individu diizinkan pilihan bebas, rencana itu dilemparkan ke dalam kebingungan Birokrasi,. Bawah penguasa mutlak, atau penguasa, diperlukan Populer persetujuan dapat dijamin hanya dengan sensor ketat dan larangan diskusi bebas.. Spionase merupakan bagian penting dari sistem, dan sejumlah besar terorisme. Sejak pengeluaran swasta harus dikontrol, adalah bijaksana untuk menjaga pribadi pendapatan dekat tingkat subsistensi dan untuk membagikan setiap surplus kenikmatan kolektif seperti liburan gratis Kami tidak akan mengerti tirani totaliter kecuali kita menyadari bahwa itu adalah hasil dari ekonomi terencana.. "

Ini bukan untuk mengatakan bahwa negara tidak memiliki fungsi ekonomi apa pun untuk melakukan. Negara harus membantu untuk menjaga mesin dari pasar dalam rangka kerja. Dasar mesin yang adalah kontrak yang sah menandatangani oleh laki-laki bebas. Hanya negara yang dapat melihat bahwa kontrak ini diberlakukan terhadap orang-orang yang mengabaikan kewajiban mereka. Negara juga harus melihat bahwa mekanisme harga tidak terhalang oleh kartel dan monopoli - meskipun ini adalah sebagian besar fungsi negatif tidak memberikan hak istimewa atau izin di tempat pertama.

Aturan dasar dari semua pemerintahan yang baik adalah untuk menyadari bahwa kekuasaan negara harus benar-benar terbatas. Negara tidak boleh menjadi musuh pasar, itu harus pelindung yang besar. Dengan bantuan beberapa ekonomi, masyarakat sendiri bisa menjadi tuan dari semua produksi dan master pemerintah juga. Hancurkan ekonomi ganda dan mereka akan penguasa tidak.

Sumber :

http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://freedomkeys.com/economies.htm

 

Be The Best Blak Magik is Designed by productive dreams for smashing magazine Bloggerized by Ipiet © 2009